Connect with us

Al Islam

8 Bentuk Akhlak Mulia yang Diajarkan Rasulullah, Baca No 5

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Diterbitkan

on

Bentuk Akhlak Mulia (suara pakar)
Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,.." (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Adapun bentuk akhlak mulia yang Rasulullah Shollallahu a’alaihi wa sallam ajarkan kepada umatnya, terdapat dalam beberapa haditsnya. Yaitu,

1. Bertaqwa Kepada Allah dan Banyak Berbuat Baik

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan itu dengan kebaikan niscaya ia akan menutupinya, dan bermuamalahlah kepada manusia dengan akhlak yang mulia.” (Hadits Riwayat At Tirmidzi). Menurut Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi No. 2516, Hadits ini Shahih.

2. Lapang Dada dan Mudah Bersahabat

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحَاسِنُهُمْ أَخْلَاقًا , الْمُوَطَّئُونَ أَكْنَافًا , الَّذِينَ يَأْلَفُونَ وَيُؤْلَفُونَ , وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ

“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, paling lapang dadanya, paling mudah bersahabat dan disahabati.

Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak bersahabat dan tidak disahabati.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani), dalam Mu’jam Ash Shaghir No. 605, dan Silsilah Ahadits Sahihah No. 751.

Baca juga: Ini Pengertian Makarimal-Akhlak Dalam Islam, Baca Biar Tahu

3. Tidak Suka Menghasut, Memutus Silaturrahim, dan Mencari Kesalahan

إِنَّ أَحَبَّكُمْ إِلَيَّ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا , الْمُوَطَّئُونَ أَكْنَافًا , الَّذِينَ يَأْلَفُونَ وَيُؤْلَفُونَ , وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ , الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ , الْمُلْتَمِسُونَ لِلْبُرَآءِ الْعَنَتَ

“Orang yang paling aku cintai antara kalian adalah yang paling bagus akhlaknya, paling lapang jiwanya, serta yang mudah menerima orang lain dan mudah diterima orang lain.

Sedangkan orang yang paling aku benci adalah yang suka mengadu domba, memutus hubungan antara orang-orang yang saling mencintai, dan mencari-cari kesalahan orang lain yang tidak bersalah.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani), dalam Al Mu’jamul Ausath No. 7697, dan Silsilah Ahadits Shahihah II/250.

4. Baik Kepada Istrinya

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya. Dan, orang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.” (Hadits Riwayat At Tirmidzi No. 1162, dan Ahmad No. 7402), dalam Shahih Al Jami’ No. 1232.

5. Banyak Diam dalam Perkara yang Tidak Bermanfaat

عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ وَطُولِ الصَّمْتِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا عَمِلَ الْخَلَائِقُ بِمِثْلِهِمَا

“Hendaklah kamu berakhlak mulia dan lebih banyak diam (dari perkara yang tidak berguna). Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada amalan lainnya yang dapat menandingi keduanya.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani), dalam Al Mu’jamul Ausath No. 7103.

6. Tidak Suka Berbicara Kotor dan Keji

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ المُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيءَ

“Tidak ada sesuatu yang paling berat dalam timbangan amal seorang Mukmin pada hari Kiamat melebihi akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbicara kotor lagi berkata keji.” (Hadits Riwayat At Tirmidzi dalam Sunan-nya No. 2002). Menurut Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi dan Silsilah Ahadits Shahihah No. 876, Hadits ini Shahih.

7. Bersikap Lembut dan Santun

إِنَّهُ مَنْ أُعْطِيَ حَظَّهُ مِنَ الرِّفْقِ، فَقَدْ أُعْطِيَ حَظَّهُ مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَارِ يَعْمُرَانِ الدِّيَارَ، وَيَزِيدَانِ فِي الْأَعْمَارِ

“Sesungguhnya barang siapa yang dikaruniai sifat lembut dan santun berarti telah dikaruniai kebaikan dunia dan akhirat yang banyak.

Menyambung tali silaturahim, berakhlak mulia dan menjadi tetangga yang baik, hal itu akan memakmurkan negeri dan memanjangkan umur.” (Hadits Riwayat Ahmad No. 25259). Al Albani dalam Silsilah Shahihah No. 519, mengatakan hadits ini Shahih.

8. Tidak Suka Merusak Keindahan

إِنَّ الله جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَيُحِبُّ مَعَالَي الْأُمُورِ وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا

“Sesungguhnya Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, menyukai perkara-perkara yang mulia dan Dia membenci perkara-perkara yang hina lagi tercela.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani), Hadits ini Shahih menurut Al Albani dalam Silsilah Ahadits Sabihuah I / 370, dan Sahih Al Jami’ No.1890.

Wallahu a’lam,

Berita Populer