Connect with us

Tekno Sains

6 Fenomena Antariksa Akan Terjadi Pada Pekan Terakhir Januari, Apa Saja?

“Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27,32 hari sekali dengan interval di antara dua perige berturut-turut bervariasi antara 24,62 hingga 28,5 hari,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - 6 Fenomena Antariksa
Fenomena Antariksa Perige Bulan. (Sumber: Pinterest)

Suarapakar.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat akan ada enam fenomena antariksa pada pekan terakhir bulan Januari 2022. Mulai dari Konjungsi Inferior Merkurius hingga Perige Bulan.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang mengungkapkan, fenomena antariksa pekan ini akan didominasi oleh fenomena aktivitas Bulan. Setidaknya, ada 5 fenomena yang akan dialami Bulan, salah satunya Fase Bulan Perbani Akhir.

Dikutip dari laman resmi LAPAN, berikut daftar fenomena astronomis yang akan terjadi pekan ini:

1. Konjungsi Inferior Merkurius (23 Januari)

Konjungsi Inferior Merkurius adalah konfigurasi ketika Bumi, Merkurius dan Matahari berada pada satu garis lurus. Konjungsi inferior Merkurius sama seperti fase Bulan baru pada Bulan, sehingga Venus tidak tampak baik ketika senja maupun fajar.

“Konjungsi inferior Merkurius menandai pergantian ketampakan Merkurius dari senja ke fajar,” kata Andi.

Selain itu, konjungsi inferior merupakan titik tengah dari siklus retrograd Merkurius yang menandai titik balik gerak semu Merkurius (jika diamati dari Bumi) sebelum Merkurius kembali melakukan gerak prograde.

Konjungsi inferior kali ini terjadi pada 23 Januari 2022 pukul 17.24 WIB/18.24 WITA/19.24 WIT dengan sudut pisah 3,3°. Fenomena ini terjadi setiap 116 hari sekali, terakhir kali terjadi pada 11 Juni dan 9 Oktober 2021.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Fenomena ini terjadi kembali pada 22 Mei dan 23 September 2022. Ketika konjungsi inferior, jarak Merkurius dari Bumi sejauh 0,663 sa atau 99,2 juta kilometer. Sehingga lebar sudut Merkurius menjadi 10 detik busur dengan iluminasi 0,8 persen dan magnitudo +5,33.

Baca juga: Fenomena Alam Ekuiluks Akan Terjadi di 39 Kota Indonesia, Berikut Jadwalnya

2. Fase Bulan Perbani Akhir (26 Januari)

Fase perbani akhir adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi setelah fase Bulan purnama. Puncak fase perbani akhir terjadi pada 25 Januari 2022 pukul 20.40.53 WIB/21.40.53 WITA/22.40.53 WIT.

Sehingga, Bulan perbani akhir ini sudah dapat disaksikan sejak terbit saat tengah malam dari arah timur, transit di arah utara setelah terbit Matahari dan kemudian terbenam di arah barat setelah tengah hari. Bulan berjarak 374.671 km dari Bumi (geosentrik) dan berada di sekitar konstelasi Virgo.

3. Konjungsi Bulan-Antares (28 Januari)

Puncak konjungsi Bulan-Antares terjadi pada 28 Januari 2022 pukul 05.57 WIB/06.57 WITA/07.57 WIT. Sehingga, fenomena ini dapat disaksikan sejak pukul 02.00 waktu setempat dari arah tenggara hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Sudut pisah Bulan-Antares bervariasi antara 4,75° hingga 3,6°. Magnitudo Antares sebesar +1,05 sedangkan Bulan berfase sabit awal dengan iluminasi bervariasi antara 25,2% hingga 23,9%.

4. Konjungsi Kuartet Venus-Mars-Bulan-Antares (29 Januari)

Sejak pukul 04.00 waktu setempat, Sobat dapat menyaksikan konjungsi kuartet Venus-Mars-Bulan-Antares dari arah tenggara selama 90 menit hingga 25 menit sebelum Matahari terbit. Venus dan Mars sama-sama terletak di konstelasi Sagitarius sedangkan Bulan berada di konstelasi Ofiukus.

Magnitudo Venus, Mars dan Antares berturut-turut −4,80, +1,49 dan +1,05. Sedangkan, Bulan memasuki fase sabit akhir dengan iluminasi 15,0 persen.

5. Konjungsi Segitiga Venus-Bulan-Mars (30 Januari)

Sejak pukul 04.00 waktu setempat, Sobat dapat menyaksikan konjungsi segitiga Venus-Mars-Bulan dari arah tenggara selama 90 menit hingga 25 menit sebelum Matahari terbit. Ketiga benda langit ini sama-sama terletak di konstelasi Sagitarius.

Magnitudo Venus dan Mars berturut-turut −4,82 dan +1,47. Sedangkan,Bulan memasuki fase sabit akhir dengan iluminasi 7,6%.

6. Perige Bulan (30 Januari)

Perige Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling dekat dengan Bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbitnya.

“Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27,32 hari sekali dengan interval di antara dua perige berturut-turut bervariasi antara 24,62 hingga 28,5 hari,” ungkap Andi.

Perige kedua di tahun 2022 terjadi pada tanggal 30 Januari pukul 14.02.31 WIB/15.02.31 WITA/16.02.31 WIT dengan jarak 362.234 km dan lebar sudut 32,98 menit busur. Bulan terletak di konstelasi Sagitarius dengan iluminasi 5,3%. Bulan dapat diamati dari arah tenggara sejak pukul 03.45 waktu setempat selama 2 jam.

Berita Populer