Connect with us

Internasional

4 Terduga Pembunuh Presiden Haiti Jovenel Moise Ditembak Mati

Dewan Keamanan PBB akan bersidang tertutup dan para pemimpin dunia telah mengutuk pembunuhan brutal tersebut.

Diterbitkan

on

Presiden Haiti Jovenel Moise tewas ditembak dirumahnya oleh pelaku yang diduga tentara bayaran. (Sumber: Facebook/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Polisi tembak mati pelaku penembakan dan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, yang merupakan tentara bayaran, terjadi pada Rabu (7/7/2021) malam.

Melansir sindonews.com, Kepala Polisi Haiti, Leon Charles, mengatakan, insiden penangkapan tersebut, pihak keamanan juga menangkap dua tersangka lainnya yang bertanggungjawab atas tragedi itu.

“Polisi masih dalam pertempuran dengan para penyerang,” kata Charles dalam briefing yang disiarkan televisi Rabu malam, seperti dikutip The Mirror, Kamis (8/7/2021).

Insiden penembakan tersebut berlangsung usai Presiden Haiti Jovenel Moise tewas ditembak sekelompok orang bersenjata. Para tersangka adalah tentara bayaran yang menyamar sebagai agen Drug and Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Presiden Moise ditembak mati di rumahnya oleh sekelompok tentara bayaran di rumahnya pada Rabu pagi waktu setempat. Ibu Negara Martine Moise ikut terluka dalam serangan itu dan telah dibawa ke rumah sakit.

Kepala Polisi Haiti, Leon Charles, mengatakan selain menembak mati empat tersangka, pasukan polisi

Leon mengatakan, pihak kepolisian negara itu akan memburu seluruh pelaku penembakan dan pembunuhan itu dalam keadaan hidup atau mati.

“Mereka akan dibunuh atau ditangkap,” tegasnya.

Belum jelas berapa banyak tentara bayaran yang terlibat dalam pembunuhan Presiden Moise. Motif pembunuhan ini juga belum diungkap.

Baca juga: Ikan Trout Jadi Pecandu Narkoba Setelah Sungai Tercemar Metamfetamin

Pasca Penembakan Presiden Jovenel Moise, Haiti dalam Keadaan Darurat

Perdana Menteri (PM) sementara Claude Joseph mengatakan serangan terhadap presiden di kediamannya berlangsung pukul 01.00. Para tersangka beberapa berbicara dalam bahasa Spanyol dan Inggris.

Joseph mengatakan dia akan mengambil alih pemerintahan dan Haiti tetap di bawah kendali polisi dan angkatan bersenjata.

“Semua tindakan diambil untuk menjamin kelangsungan negara dan melindungi bangsa,” katanya.

Sejak Rabu pagi, pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat selama dua minggu, yang memungkinkan pihak berwenang melakukan penggeledahan di rumah-rumah untuk mencari tersangka lain pembunuh Moise dan melarang pertemuan apa pun yang mungkin mengganggu perdamaian.

Dewan Keamanan PBB akan bersidang pada hari Kamis untuk briefing tertutup tentang pembunuhan itu. Para pemimpin dunia telah mengutuk pembunuhan brutal tersebut.

GRANPRIZE

Berita Populer