Connect with us

Al Islam

3 Orang yang Boleh Mengganti Puasa dengan Fidyah

“ … wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin, …” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 184).

Diterbitkan

on

Mengganti Puasa dengan Fidyah (suara pakar)
Mengganti puasa dengan Fidyah, memberi makan 1 orang miskin setiap 1 hari meninggalkan puasa. (Foto: Suara Pakar).

Suarapakar.com – Puasa diwajibkan bagi orang-orang muslim yang beriman. Namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keringanan menggantinya dengan fidyah bagi yang tak sanggup berpuasa. Ini 3 orang yang boleh mengganti puasa dengan Fidyah.

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“ … wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin,…” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 184).

Melansir dari lazismudiy.or.id, menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab fidyah adalah bentuk masdar dari kata dasar ‘fadaa’, yang artinya mengganti atau menebus.

Jika terjemahkan secara keseluruhan, fidyah berarti sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan pada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang ditinggalkan.

Baca juga: Ini Hukumnya Berkumur dan Sikat Gigi Saat Berpuasa

Ini 3 Orang yang Boleh Mengganti Puasa dengan Fidyah

Pada dasarnya ayat 184 dari Surah Al Baqarah tidak menerangkan secara rinci siapa-siapa saja yang boleh membayar fidyah sebagai pengganti puasanya di bulan Ramadhan?

Maka kemudian dalam kitab-kitab fiqih Islam ditemukan kriteria yang dirumuskan para ulama, ada 3 orang yang diperbolehkan membayar fidyah sebagai pengganti puasanya di bulan Ramadhan. Yaitu,

1. Orang Tua Renta / Uzur

Secara fisik kondisi seseorang pada usia tua berbeda-beda. Ada yang di usia 70-an pun ia masih kuat. Namun ada yang usia 60 tahun sudah mengalami kerentaan / uzur.

Maka jika ia masih sanggup menjalankan puasa itu lebih baik baginya. Tetapi tidak bisa dipaksakan. Karena Allah menginginkan kemudahan bagi orang-orang yang beriman, bukan memaksakan diri dalam kesulitannya.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“ … Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu (dalam berpuasa), …” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 185).

2. Orang Sakit yang Kecil Kemungkinan Sembuhnya

Kondisi sakit setiap orang pun berbeda-beda. Maka dalam kategori ini (mengganti puasa dengan fidyah) adalah kondisi sakit parah yang diduga berat untuk kesembuhannya.

3. Ibu Hamil atau Menyusui

Seorang ibu yang sedang mengandung dan menyusui, ia harus menjaga kesehatan dirinya sekaligus bayinya baik dalam kandungan maupun saat menyusui.

Maka ibu hamil dan menyusui layak untuk mendapatkan keringan tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya dengan fidyah.

Itulah 3 orang yang boleh mengganti puasanya dengan fidyah. Namun dalam fiqih kontemporer ada juga sebagian ulama yang menambahkan bagi orang-orang yang bekerja berat, sehingga tidak memungkinkannya untuk menjalankan ibadah puasa. Maka juga boleh menggantinya dengan fidyah.

Membayar Fidyah ini hukumnya wajib dengan cara memberikan makan satu orang miskin 1 hari untuk pengganti puasa yang tertinggal 1 hari.

Jika puasanya tertinggal 1 bulan penuh, berarti 1 bulan penuh pula lah ia memberikan makan satu orang miskin. Kapan waktunya? Tidak terdapat keterangan yang kuat.

Namun yang pasti selama waktu yang ada di luar dari bulan Ramadhan. Dengan batasan sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya. Bisa dengan cara dicicil maupun tunai lunas.

Wallahu a’lam,

Berita Populer