Connect with us

Tekno Sains

2 Fenomena Langit Pekan Ini, Ada Bulan Purnama Serigala

“Fase Bulan purnama di Januari 2022 ini terjadi pada 18 Januari pukul 06.48.34 WIB/07.48.34 WITA/08.48.34 WIT dengan jarak 401.503 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Cancer,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Bulan Purnama Serigala
Foto Ilustrasi Bulan Purnama Serigala, (Sumber: 99.co)

Suarapakar.com – Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa-LAPAN) mencatat akan ada dua fenomena langit pada pekan ketiga bulan Januari ini. Salah satunya Fase Bulan Purnama dekat Pollux atau Bulan Purnama Serigala.

Dikutip dari laman resmi LAPAN, Senin (17/1/2022), berikut dua fenomena langit yang akan terjadi pada pekan ini, diantaranya:

1. Fase Bulan Purnama dekat Pollux/Alfa Geminorum (17-18 Januari)

Fase Bulan purnama, atau disebut juga fase oposisi (solar) Bulan, adalah konfigurasi ketika Bulan terletak membelakangi Matahari dan segaris dengan Bumi dan Matahari. Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, Bulan tidak selalu memasuki bayangan Bumi ketika fase Bulan purnama, sehingga setiap fase Bulan purnama tidak selalu beriringan dengan gerhana Bulan.

“Fase Bulan purnama di Januari 2022 ini terjadi pada 18 Januari pukul 06.48.34 WIB/07.48.34 WITA/08.48.34 WIT dengan jarak 401.503 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Cancer,” tulis LAPAN.

Secara tradisional, Bulan purnama di bulan Januari ini disebut juga Bulan Purnama Serigala (Full Wolf Moon). Hal itu karena di belahan utara Bumi, serigala melolong kelaparan di tengah rendahnya suhu selama musim dingin.

Bulan purnama dapat disaksikan sejak malam sebelumnya (17 Januari 2022) sekitar pukul 18.00 waktu setempat dari arah timur laut. Kemudian berkulminasi sekitar tengah malam (18 Januari) di arah utara dan terbenam sekitar pukul 06.00 waktu setempat di arah barat laut.

2. Konjungsi Inferior Merkurius (23 Januari)

Konjungsi Inferior Merkurius adalah konfigurasi ketika Bumi, Merkurius dan Matahari berada pada satu garis lurus. Konjungsi inferior Merkurius sama seperti fase Bulan baru pada Bulan, sehingga Venus tidak tampak baik ketika senja maupun fajar.

“Konjungsi inferior Merkurius menandai pergantian ketampakan Merkurius dari senja ke fajar,” ungkap LAPAN.

Selain itu, konjungsi inferior merupakan titik tengah dari siklus retrograd Merkurius yang menandai titik balik gerak semu Merkurius (jika diamati dari Bumi) sebelum Merkurius kembali melakukan gerak prograde.

Konjungsi inferior kali ini terjadi pada 23 Januari 2022 pukul 17.24 WIB/18.24 WITA/19.24 WIT dengan sudut pisah 3,3°. Fenomena ini terjadi setiap 116 hari sekali, terakhir kali terjadi pada 11 Juni dan 9 Oktober 2021.

Fenomena ini terjadi kembali pada 22 Mei dan 23 September 2022. Ketika konjungsi inferior, jarak Merkurius dari Bumi sejauh 0,663 sa atau 99,2 juta kilometer. Sehingga lebar sudut Merkurius menjadi 10 detik busur dengan iluminasi 0,8% dan magnitudo +5,33.

Berita Populer