Connect with us

Peristiwa

15 Hektar Lahan Bukit di Danau Toba Hangus Terbakar

“Sudah padam. Sekarang sedang dilakukan pendinginan, atau istilahnya Mop Up untuk memastikan tidak ada lagi kebakaran,”

Diterbitkan

on

15 Hektar Lahan Bukit di Danau Toba Hangus Terbakar (suara pakar)
Lahan di kawasan Danau Toba yang terbakar. (Sumber: Manggala Agni Sumatera Utara dan Aceh)

Suarapakar.com – 15 hektar lahan di perbukitan kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Sianjur Mulamula, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir hangus terbakar, Kamis (7/10/2021) kemarin.

Koordinator Wilayah Manggala Agni Provinsi Sumatera Utara dan Aceh, Risky Ismana Nasution, mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi pada Kamis sore kemarin. Di mana, lahan yang terbakar lebih kurang 15 hektar.

“Status lahan yang terbakar itu terdiri dari hutan lindung dan lahan masyarakat,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Risky menuturkan bahwa sekarang ini kebakaran hutan itu sudah berhasil dipadamkan dan sedang dilakukan pendinginan.

“Sudah padam. Sekarang sedang dilakukan pendinginan, atau istilahnya Mop Up untuk memastikan tidak ada lagi kebakaran,” ucapnya.

Risky menjelaskan untuk pemadaman lahan terbakar itu, pihaknya dibantu KPH, TNI/Polri dengan menyisir seluruh areal terbakar untuk memastikan api benar-benar padam.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau dan mensosialisasi kepada masyarakat disekitar lokasi kejadian Karhutla agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat agar memonitor aktivitas pertanian masyarakat yang berpotensi melakukan pembakaran,” terangnya.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok di NTT Erupsi, Meletus hingga 26 Kali Sehari

Kawasan Danau Toba Rawan Kebakaran

Risky mengungkapkan, bahwa kawasan Danau Toba merupakan lahan dengan kondisi lalang dan semak belukar sehingga berpotensi rawan jadi kebakaran lahan.

“Terpentik panas aja bisa langsung terbakar. Untuk masyarakat sekitar Danau Toba hati-hati lah penggunaan lahannya. Secara aturan tidak boleh membuka lahan dan mengelola lahan dengan cara membakar. Karena satu saja yang terbakar, luas yang terbakar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Risky menambahkan bahwa kepada masyarakat harus tetap menjaga alam. Apalagi, kawasan Danau Toba merupakan destinasi super prioritas.

“Kita jaga bersama-sama, karena masyarakat duluan harus menjaganya. Mau unsur kesengajaan dan maupun tidak sengaja, unsur pemicunya kebakaran itu, adalah manusia. Oleh karena itu, kita harus menjaga alam,” tambahnya.

Reporter: Jafar Wijaya

Berita Populer